Jumat, 10 Mei 2013

Pemrograman Trestruktur


Teknik Pemrograman Terstruktur
Pemrograman terstruktur
Dengan teknik ini akan meningkatkan produktifitas programmer, dengan mengurangi waktu yang dibutuhkan dalam penulisan (Write), Pengujian (Test), penelusuran kesalahan (Debug) dan maintain suatu program.
Ø   Program pendek dan simple : mudah dihandle (ditangani)
Ø  Program besar, banyak dan kompleks : tidak mudah dihandle
Kesulitan :
Ø   Sulit mencari dan mengingat variable – variable yang sudah dideklerasikan
Ø  Sulit melakukan dokumentasi
Ø  Sulit mencari kesalahan program
Ø  Sulit mencari efisiensi algoritma
Ø  Code program kadsng ditulis berulang – ulang padahal mengerjakan suatu hal yang sama.
Modular Programming
Adalah suatu teknik pemrograman dimana program yang biasanya cukup besal dibagi – bagi menjadi beberapa bagian program yang lebih kecil.
Keuntungan :
Ø  Program lebih pendek
Ø  Mudah dibaca dan dimengerti
Ø  Mudah didokumentasi
Ø  Mengurangi kesalahan dan mudah mencari kesalahan
Ø  Kesalahan yang terjadi bersifat “Lokal”
Modul pada bahasa Pascal dikenal dengan nama fungsi (function) dan prosedur (procedure).
Fungsi/ function adalah suatu kumpulan instruksi / perintah . program yang dikelompokkan menjadi satu, letaknya terpisah dari program utama yang menggunakan fungsi tersebut, memiliki nama tertentu yang unik, dan digunakan untuk mengerjakan sesuatu tujuan tertentu.
Dalam program Modular
©       Program dipecah – pecah ke dalam modul – modul;
©       Setiap modul mempunyai tugas dan fungsi sendiri;
©       Setiap modul ditulis terpisah dengan modul lainnya, sehingga program mudah dicari kesalahannya;
©       Program memiliki modul program utama untuk mengontrol semua proses sub modul;
©       Setiap sub modul mengembalikan control program ke modul utama jika selesai melakukan tugasnya;
©       Fungsi yang dijalankan oleh setiap modul sangat terbatas sesuai debgan ruang lingkup yang akan dikerjakan;
©       Dengan adanya sejumlah modul program ini tentu saja kesalahan yang timbul dapat dikurangi;
Subroutine dapat dikelompokkan menjadi internal subroutineda eksternal subroutine.
v  Internal subroutine adalah bagian dari suatu program yang digunakan. Dideklerasikan cukup sekali saja, untuk sejumlah proses yang sama akan dilakukan oleh program tersebut. Program akan memanggil sub routine tersebut apabila diperlukan dan apabila telah selesai, control selanjutnya akan dikembalikan ke instruksi berikutnya.
v  Eksternal subroutine :: diletakkan secara terpisah dari program yang menggunakan subroutine tersebut. Subroutine tersebut ini dideklerasika  supaya bisa dipakai oleh program yang lain. Untuk menggunakannya, seorang programmer harus mengetahui dimana ? bagaimana pengiriman datanya ? bagaimana jawaban yang akan diperoleh ? subroutine ini biasanya digunakan untuk pemrisesan yang komplek, yang dibutuhkan oleh banyak user.

Masalah yang dihadapi dalam pendekatan moduar
Masalah yang timbul misalnya tidak mengetahui modul mana yang harus digunakan, data apo yang harus dikirimkan dan sebagainya. Hal ini karena tugas seorang programmer tentu akan berbeda dengan programmer yang lainnya. Oleh karena itu, dalam tahap perencanan fungsi – fungsi dari suatu modul harus dapat dimengerti secra jelas, dan tentu saja harus mengikuti suatu standar yang telah ditentukan.
Top down Programming
Pendekatan ini sangat berguna sekali dalam perencanaan suatu program bersifat modul. Top down merupakan teknik pemecahan masalah yang paling umum digunakan. Pada teknik ini, suatu masalah yang kompleks dibagi – bagi dalam beberapa kelompok masalah kecil tersebut dianalisis. Apabia dimungkinkan masalah tersebut akan dipilah lagi menjadi sub bagian dan setelah itu mulai disusun langkah – langkah untuk meyelesaikan masalah secara detail.

Dalam pendekatan top Down
*      Mendefinisikan modul untuk program utama, yang merupakan program yang pertama kali dieksekusi;
*      Modul utama akan memanggil modul yang lain untuk melakukan tugas dan memanggil modul untuk menghentikan eksekusi program;
*      Jika fungsi yang akan dikerjakan terlalu kompleks, maka modul ini harus dipecah ke dalam sejumlah modul – modul yang ada dibawahnya;

Tidak ada komentar:

Posting Komentar